Analisis Perbandingan Sablon Manual vs Digital di Industri Konveksi
- Projek Ku
- 2 days ago
- 1 min read
Bagi para pengusaha fashion maupun koordinator seragam komunitas, memilih teknik aplikasi desain adalah keputusan krusial. Dalam ekosistem Nusantara Konveksi, kami menawarkan dua metode utama: Sablon Manual (Screen Printing) dan Digital (DTF/Sublim). Keduanya memiliki perhitungan teknis yang berbeda secara biaya dan estetika.

Sablon manual tetap menjadi raja untuk pesanan massal. Menggunakan tinta Plastisol, teknik ini menawarkan ketahanan yang luar biasa. Tinta plastisol berbahan dasar minyak, sehingga ia tidak akan kering di screen dan memberikan hasil cetak yang sangat tajam serta tebal. Keunggulannya adalah warnanya yang sangat solid dan bisa diberikan efek khusus seperti Glow in the Dark atau Puff (timbul). Namun, prosesnya memerlukan pembuatan film dan screen untuk setiap warna, sehingga tidak efisien untuk desain yang memiliki banyak gradasi warna.
Sebagai solusinya, Nusantara Konveksi menghadirkan teknologi Digital Transfer Film (DTF). Secara teknis, desain dicetak di atas film khusus menggunakan tinta pigment, lalu ditaburi bubuk lem panas dan dipres ke kain. Keunggulannya adalah mampu mencetak foto atau gradasi warna paling rumit sekalipun tanpa minimal warna. Teksturnya tipis dan menyatu dengan kain, memberikan kenyamanan lebih saat dipakai. Bagi Anda yang memiliki desain logo perusahaan dengan banyak detail kecil, teknik digital seringkali menjadi pilihan yang lebih akurat dibandingkan sablon manual.


Comments